LAMPUNGVERSE.com – Anggota DPR RI Ruby Chairani bersama anggota DPRD Provinsi Lampung Andika Wibawa SR dan anggota DPRD Kota Bandar Lampung Aderly mengunjungi rumah duka almarhum Pratama Wijaya Kusuma, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (Unila).
Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk empati dan dukungan moral dari Partai Gerindra kepada keluarga korban yang diduga meninggal dunia setelah mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) Mahasiswa Pecinta Lingkungan (Mahepel) pada November 2024.
Pratama, yang merupakan anak sulung sekaligus satu-satunya putra dalam keluarga, meninggal secara tragis. Andika Wibawa menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian ini.
“Kami dari Partai Gerindra berharap keluarga diberi ketabahan menghadapi musibah ini,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya penyelidikan yang transparan dan adil dalam proses hukum kasus ini.
“Jika ada pihak yang bersalah, kita serahkan kepada aparat. Ini bukan sekadar soal hukum, tapi juga kemanusiaan,” tegas Andika.
Selain itu, Andika menyoroti perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Diksar, ospek, dan bentuk perploncoan di lingkungan kampus yang berpotensi membahayakan peserta.
“Kegiatan pengenalan kampus seharusnya tidak berisiko. Jika tidak bisa dijalankan secara aman, lebih baik ditiadakan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan yang ketat dari pihak penyelenggara, dosen, dan guru untuk mencegah kekerasan terselubung.
“Dari taman kanak-kanak saja sudah muncul kasus bullying. Maka pengawasan wajib diperketat,” ujarnya.
Andika berharap penanganan kasus ini dapat berjalan cepat dan memberikan kejelasan hukum bagi keluarga korban.
“Kami ingin semuanya selesai dengan jelas. Keluarga bisa sedikit lega, dan dunia pendidikan bisa belajar dari tragedi ini,” pungkasnya.
Kunjungan ini menjadi bentuk dukungan konkret dari Partai Gerindra kepada keluarga Pratama, sekaligus mengingatkan pentingnya keamanan dan keselamatan dalam kegiatan pendidikan.






