LAMPUNGVERSE.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Lampung Melawan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Provinsi Lampung hari ini.
Mereka menuntut pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kualitas pendidikan di tingkat nasional dan daerah.
Dalam orasinya, perwakilan mahasiswa mendesak pejabat pemerintah dan DPRD turun tangan serta membuka ruang dialog terbuka.
“Kami minta Bapak-bapak pejabat turun menemui kami, berdiskusi dengan kami, duduk sama rata dengan kami,” tegas salah satu orator di hadapan massa.
Mahasiswa menilai banyak persoalan di masyarakat, termasuk kasus kekerasan terhadap anak berusia 14 tahun yang meninggal akibat pemukulan polisi, terjadi akibat kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.
Aliansi Lampung Melawan menyampaikan enam poin tuntutan kepada pemerintah dan DPRD, antara lain:
1. Menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama kebijakan negara.
2. Mewujudkan pendidikan gratis.
3. Menambah anggaran pendidikan.
4. Meningkatkan kesejahteraan guru honorer.
5. Memindahkan siswa SMA Siger ke sekolah berlegalitas dengan jaminan beasiswa.
6. Mendorong regulasi pajak progresif untuk dialokasikan sebagai anggaran pendidikan.
Aksi ini digelar sebagai bentuk protes terhadap kondisi pendidikan yang dinilai masih jauh dari optimal, mulai dari akses, kualitas, hingga kesejahteraan tenaga pendidik, khususnya guru honorer.
“Banyak persoalan di luar sana yang tidak seharusnya terjadi akibat kebijakan pemerintah. Kami harap pemerintah segera mengambil tindakan,” imbuhnya.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Mahasiswa berharap tuntutan mereka segera ditindaklanjuti untuk mewujudkan pendidikan yang lebih baik di Provinsi Lampung.






