Kilas

Novotel Lampung Sempat jadi Target Modus Penipuan Baru Berkedok Google Maps

×

Novotel Lampung Sempat jadi Target Modus Penipuan Baru Berkedok Google Maps

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Modus Penipuan Nomor telepon palsu di Google Maps. Editor: Anto

LAMPUNGVERSE.COM, BANDARLAMPUNG – Kasus penipuan melalui aplikasi Google Maps kembali mencuat setelah sejumlah lokasi bisnis, termasuk bank, restoran, hotel, dan tempat usaha lainnya, menjadi sasaran oknum yang mencantumkan nomor kontak palsu di kolom alamat.

Penipuan ini dilakukan dengan cara memanipulasi informasi di Google Maps, yang dapat diakses dan diedit oleh pengguna melalui fitur “Suggest an Edit.”

Awalnya penipuan ini terdeteksi di beberapa tempat penginapan hotel di Jakarta. Ternyata Hotel Novotel Lampung juga menjadi target modus penipuan tersebut

Menurut Arwi, Marketing Communication (Marcomm) Novotel Lampung, pihak hotel hampir menjadi korban dari modus penipuan tersebut.

Namun, berkat kesigapan tim IT hotel yang berkolaborasi dengan Manajemen Accor, upaya penipuan tersebut berhasil digagalkan dalam waktu kurang dari 24 jam.

“Tim IT kami bergerak cepat dan bekerjasama dengan Manajemen Accor. Dalam waktu singkat, masalah ini berhasil diatasi dan tidak ada satu pun konsumen yang menjadi korban,” ujar Arwi saat dihubungi pada Kamis (15/08).

Arwi menjelaskan bahwa tidak ada konsumen yang tertipu berkat tindakan cepat yang diambil oleh tim hotel. Pihaknya dengan cepat mengidentifikasi indikasi penipuan tersebut

“Tidak ada korban, karena kami langsung mengatasi masalah ini begitu terdeteksi,” tambahnya.

Sebagai informasi, modus penipuan dengan mencantumkan nomor telepon palsu pada profil bisnis di Google Maps memanfaatkan fitur “Suggest an Edit.”

Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengedit informasi nama lokasi, alamat, pin lokasi, jam operasional, informasi kontak, situs web, hingga menambahkan foto.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi pemilik bisnis dan pengguna untuk lebih berhati-hati dan segera memverifikasi setiap perubahan yang terjadi pada informasi profil bisnis mereka di Google Maps. Langkah ini penting untuk mencegah terjadinya penipuan serupa di masa mendatang. (Anto)

Baca Juga  Kejahatan Siber Kian Canggih, Praktisi IT Darmajaya: Kini Manusia Target Utama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *