LAMPUNGVERSE.com – Maqolah ke-13 dalam Bab I Kitab Nashoihul ‘Ibad karya Syekh Nawawi al-Bantani menyoroti perbedaan fokus dan tingkat spiritual antara orang yang Arif (ahli ma’rifat/mengenal Allah) dan orang yang Zahid (orang yang zuhud/berpaling dari dunia).
Berikut adalah makna mendalam dari maqolah tersebut:
1. Kemauan Orang Arif: Memuji (Al-Tsana’)
Makna: Orang arif fokus pada keagungan sifat-sifat Allah. Keinginan utama mereka bukan pada apa yang bisa mereka dapatkan dari Allah, melainkan memuji Allah atas keindahan dan kesempurnaan sifat-Nya.
Tujuan: Mereka beribadah dan bertingkah laku didorong oleh rasa cinta (mahabbah) dan pengenalan yang dalam kepada Allah, bukan karena mengharap pahala atau takut siksa.
2. Kemauan Orang Zahid: Berdoa (Al-Du’a)
Makna: Orang yang zahid memalingkan hatinya dari dunia. Keinginan mereka adalah meminta kebutuhan hajat duniawi dan ukhrawi kepada Allah dengan merendahkan diri.
Tujuan: Keinginan mereka masih terbatas pada kemanfaatan diri sendiri, seperti mengharapkan pahala, surga, dan keselamatan, serta melepaskan diri dari urusan duniawi.
3. Perbedaan Utama (Tingkatan Spiritual)
Orang Arif (Tingkat Tinggi): Beribadah demi Allah semata (li-wajhillah). Mereka memikirkan Allah (dzikrullah) dan menyadari keagungan-Nya.
Orang Zahid (Tingkat Dasar/Menengah): Beribadah untuk memperoleh kebaikan, kenyamanan, dan surga. Meskipun baik, fokusnya masih berpusat pada diri sendiri (kemanfaatan diri).
Kesimpulan Makna
Maqolah ini mengajarkan tentang hierarki ibadah. Zuhud adalah langkah awal (berpaling dari dunia demi diri sendiri), sedangkan ma’rifat adalah puncaknya (berpaling dari segalanya, termasuk diri sendiri, hanya untuk Allah).
Orang arif memuji karena melihat Jamal (keindahan) Allah, sedangkan orang zahid berdoa karena mengharap Jaza’ (balasan) Allah.
Wallahu a’lam.
Dikutip dari Universitas Islam Sultan Agung yang dikembangkan Artificial Intelligence.






