Menampilkan: 11 - 14 dari 14 HASIL

Bupati Egi Pelajari Sistem Pengelolaan Sampah Jepang, Siapkan Transformasi Lingkungan di Lampung Selatan

LAMPUNG SELATAN – Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mengikuti workshop internasional tentang pengelolaan sampah dan lingkungan yang diselenggarakan Pemerintah Jepang di Tokyo pada 25–31 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam memperkuat kebijakan lingkungan berkelanjutan sekaligus mendorong transformasi sistem pengelolaan sampah daerah berbasis teknologi modern dan ekonomi sirkular.

Workshop yang berada di bawah koordinasi Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang itu mempertemukan para pejabat dari berbagai negara untuk mempelajari secara langsung sistem pengelolaan limbah nasional Jepang. Negara tersebut dikenal memiliki sistem daur ulang terpadu, tata kelola lingkungan berbasis kebijakan publik, serta pemanfaatan limbah sebagai sumber daya bernilai ekonomi.

Dalam forum tersebut, sampah tidak lagi dipandang sebagai beban lingkungan, melainkan sebagai material yang dapat diolah kembali secara efisien dan berkelanjutan. Pendekatan ini dinilai relevan untuk diterapkan di daerah yang tengah menghadapi tantangan peningkatan volume sampah akibat pertumbuhan penduduk dan urbanisasi.

Bupati Egi Pelajari Sistem Pengelolaan Sampah Jepang, Siapkan Transformasi Lingkungan di Lampung Selatan

Bupati Egi menjadi salah satu dari enam kepala daerah asal Indonesia yang mendapat undangan resmi dalam program tersebut. Delegasi Indonesia lainnya terdiri dari Wali Kota Pekanbaru, Wali Kota Yogyakarta, Wali Kota Bogor, Wali Kota Mojokerto, serta Bupati Toba. Seluruh peserta mengikuti rangkaian agenda strategis, mulai dari diskusi kebijakan, pemaparan sistem pengelolaan sampah Jepang, hingga kunjungan lapangan ke fasilitas pengolahan limbah dan pusat daur ulang berteknologi tinggi.

Dalam keterangannya, Bupati Egi menyebut kunjungan kerja ini sebagai kesempatan penting untuk menyerap praktik terbaik pengelolaan lingkungan yang telah terbukti berhasil di Jepang.

“Hari ini saya berada di Tokyo, Jepang, dalam rangka kunjungan kerja untuk mempelajari langsung kondisi terkini pengelolaan dan daur ulang sampah di Jepang,” ujarnya.

Ia menilai, pengalaman tersebut akan menjadi bekal berharga bagi Lampung Selatan dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi, efisien, dan ramah lingkungan.

“Ini hari pertama saya mengikuti workshop terkait pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Kita belajar banyak di Jepang, ternyata luar biasa. Jadi kalau Jepang saja bisa, Bismillah Indonesia juga bisa,” tambahnya.

Seluruh rangkaian kegiatan workshop difasilitasi oleh Pemerintah Jepang, termasuk akomodasi, materi pembelajaran, serta agenda kunjungan teknis. Program ini bertujuan memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengelolaan lingkungan yang adaptif terhadap tantangan masa depan, termasuk perubahan iklim dan peningkatan kebutuhan layanan perkotaan.

Keikutsertaan Bupati Lampung Selatan dalam forum internasional ini sekaligus menegaskan komitmen daerah untuk aktif membangun kolaborasi global di bidang lingkungan. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menargetkan pembelajaran dari Jepang dapat diimplementasikan secara bertahap guna mewujudkan sistem pengelolaan sampah modern yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Di Bawah Kepemimpinan Egi–Syaiful, Lampung Selatan Tembus 12 Besar Nasional SDGs Lewat I-SIM 2025

KALIANDA – Kabupaten Lampung Selatan kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati Muhammad Syaiful Anwar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan berhasil meraih penghargaan dalam program Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) 2025 dan menembus peringkat 12 besar nasional dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Dalam ajang tersebut, Lampung Selatan memperoleh skor 41,80 dan masuk kategori “The Exciter”, predikat yang diberikan kepada daerah dengan kinerja progresif dan akseleratif dalam memenuhi indikator SDGs di tingkat kabupaten se-Indonesia.

Program I-SIM 2025 diikuti oleh 105 kabupaten dari total 415 kabupaten di seluruh Indonesia. Lampung Selatan mencatatkan tingkat pengisian data indikator SDGs sebesar 100 persen, dengan mengusung program unggulan “Tangguh Bersama Menuju Sejahtera” sebagai model pembangunan berkelanjutan daerah.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas selaku koordinator pelaksanaan SDGs Indonesia, bekerja sama dengan PT Surveyor Indonesia melalui program I-SIM for Cities. Tahun ini, program tersebut mengangkat tema “Inovasi Pangan dan Gizi: Peningkatan Kualitas SDM, Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan, dan Penurunan Kemiskinan.”

Capaian ini menjadi prestasi tersendiri bagi Kabupaten Lampung Selatan mengingat keikutsertaan dalam ajang SDGs Action Awards merupakan yang pertama kalinya. Meski demikian, Lampung Selatan mampu langsung menembus jajaran peringkat atas nasional dan meraih kategori “The Exciter”.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolaboratif. Kami mengajak seluruh perangkat daerah untuk terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang inklusif dengan prinsip no one left behind,” ujar Bupati Egi, Minggu (25/1/2026).

Ia menegaskan bahwa pencapaian SDGs tidak semata-mata diukur dari peringkat dan angka statistik, tetapi harus tercermin dalam kebijakan dan program nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Pembangunan berkelanjutan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bukan sekadar capaian administratif, melainkan hadir melalui program nyata yang meningkatkan kesejahteraan dan menjaga kelestarian lingkungan,” tegasnya.

Penghargaan I-SIM 2025 ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi lintas sektor di Kabupaten Lampung Selatan sekaligus mendorong percepatan pembangunan daerah yang berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Lampung Selatan Terbaik se-Provinsi Lampung, Raih Predikat “Sangat Baik” Indeks Tata Kelola Pengadaan 2025

Kalianda – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan kembali menorehkan prestasi strategis di bidang tata kelola pemerintahan. Di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati Muhammad Syaiful Anwar, Lampung Selatan meraih predikat “Sangat Baik” dalam penilaian Indeks Tata Kelola Pengadaan (ITKP) Tahun 2025, sekaligus menjadi kabupaten terbaik se-Provinsi Lampung.

Berdasarkan hasil penilaian Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Republik Indonesia, Pemkab Lampung Selatan memperoleh skor 93,15 dengan predikat “Sangat Baik”. Nilai tersebut melampaui capaian Pemerintah Provinsi Lampung yang meraih skor 80,33 dengan predikat “Baik”, sehingga menegaskan posisi Lampung Selatan sebagai daerah dengan kinerja tata kelola pengadaan barang dan jasa terbaik di tingkat kabupaten.

Capaian tersebut tertuang dalam Surat Resmi LKPP RI Nomor 1550/D.2.1/01/2026 tertanggal 21 Januari 2026 tentang Nilai Indeks Tata Kelola Pengadaan (ITKP) Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah Tahun 2025. ITKP merupakan salah satu indikator meso dalam pelaksanaan Reformasi Birokrasi Nasional.

Predikat “Sangat Baik” ini mencerminkan komitmen kuat Pemkab Lampung Selatan dalam membangun tata kelola pengadaan barang dan jasa yang transparan, akuntabel, efektif, serta berorientasi pada prinsip good governance, guna mendukung efisiensi belanja daerah dan kualitas pembangunan.

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setdakab Lampung Selatan, Gunawan, menjelaskan bahwa ITKP juga menjadi indikator penting dalam evaluasi Reformasi Birokrasi oleh Kementerian PAN-RB, serta bagian dari penilaian Monitoring Center for Prevention (MCP) area Pengadaan Barang/Jasa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

Menurutnya, skor ITKP 93,15 diperoleh dari tiga indikator utama. Pertama, pemanfaatan sistem pengadaan yang meliputi SiRUP, e-Tendering, e-Purchasing (toko daring), non e-Tendering, non e-Purchasing, hingga e-Kontrak dengan skor 29,15 dari maksimal 30.

Kedua, kualifikasi dan kompetensi SDM pengadaan barang/jasa, khususnya pemenuhan Jabatan Fungsional Pengelola Pengadaan Barang/Jasa (JF PPBJ), dengan skor 24 dari maksimal 30.

Ketiga, tingkat kematangan Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) yang meraih skor sempurna 40 dari maksimal 40, atau berada pada level kematangan 9 dari 9.

Gunawan menambahkan, capaian tersebut merupakan hasil peningkatan kinerja yang konsisten dalam lima tahun terakhir. Pada 2021, ITKP Lampung Selatan masih berada di angka 19,68, meningkat menjadi 39,3 pada 2022 dan 47,75 pada 2023, yang seluruhnya masih berpredikat “Kurang”.

“Pada 2024, skor melonjak signifikan menjadi 87,52 dengan predikat ‘Baik’, dan kembali meningkat pada 2025 menjadi 93,15 dengan predikat ‘Sangat Baik’,” ungkapnya.

Atas capaian tersebut, Pemkab Lampung Selatan menegaskan komitmen untuk terus melakukan evaluasi berkelanjutan, penguatan sistem, inovasi layanan, serta peningkatan kualitas SDM pengadaan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pelayanan publik yang optimal dan pembangunan daerah yang berkelanjutan.