LAMPUNGVERSE.com – Di tengah luka perang yang masih membekas, warga Jalur Gaza menunjukkan ketahanan dan kreativitas luar biasa dengan mengubah puing-puing menjadi karya seni penuh warna untuk menyambut Ramadan 1447 H.
Dari video yang beredar di media sosial, terlihat sejumlah pria melukis dinding dan tembok sisa reruntuhan dengan pewarna. Ceria, dan tawa anak-anak yang bermain di antara reruntuhan menjadi simbol harapan yang terus menyala di wilayah yang dilanda konflik berkepanjangan.
Sepekan sebelum Ramadan, para pemuda Gaza bekerja sama membersihkan reruntuhan bangunan yang hancur akibat perang.
Dengan cat dan imajinasi, mereka mengubah dinding retak dan puing beton menjadi kanvas bertema perdamaian, seperti lukisan masjid, bulan sabit, dan pemandangan alam Palestina.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kami masih hidup dan merayakan Ramadan dengan semangat yang sama,” kata Ahmad, seorang relawan, sambil menyelesaikan mural bertuliskan “Ramadan Kareem” di tembok bekas sekolah.
Lampu hias buatan tangan dari kaleng bekas dan bahan daur ulang dipasang di sepanjang jalan utama kamp pengungsian. Meski listrik sering padam, warga memanfaatkan panel surya sederhana untuk menyalakan dekorasi tersebut.
“Ini cara kami menciptakan kebahagiaan kecil untuk anak-anak,” ujar Yasmin, seorang ibu yang kehilangan rumahnya. Anak-anak terlihat antusias membantu menghias lingkungan sembari bernyanyi lagu tradisional Palestina.
Persiapan Ramadan tahun ini dilakukan di tengah keterbatasan logistik akibat blokade. Bahan makanan langka, dan harga sembako melonjak hingga 300%.
Namun, komunitas setempat menggalang dana untuk membagikan paket buka puasa bagi keluarga terlantar. “Kami berbagi apa yang ada, bahkan jika hanya kurma dan air,” kata seorang pengurus masjid lokal.
Aksi warga Gaza ini mendapat sorotan media global. Organisasi kemanusiaan seperti UNRWA dan Palang Merah mengapresiasi inisiatif tersebut sebagai bukti ketangguhan manusia.
Sejumlah seniman internasional juga berencana menggelar pameran virtual untuk menjual karya warga Gaza, dengan hasilnya disumbangkan untuk pembangunan kembali wilayah tersebut.
Gaza menghadapi krisis kemanusiaan parah setelah konflik selama tiga tahun. Serangan militer Israel telah menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina dan menyebabkan kerusakan yang meluas serta menggusur sebagian besar penduduk wilayah tersebut.
Israel melancarkan serangan setelah Hamas membunuh sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 orang lainnya dalam serangan mereka pada 7 Oktober 2023.





